Panduan Menggunakan Toilet Umum di Tanah Suci agar Tetap Nyaman
Melaksanakan ibadah umroh berarti Anda akan berada di tengah jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia. Dengan padatnya jumlah jemaah, menggunakan fasilitas umum seperti toilet di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bisa menjadi tantangan tersendiri. Antrean yang mengular, perbedaan budaya sanitasi, hingga keterbatasan fasilitas pendukung sering kali membuat jemaah, khususnya dari Indonesia, merasa kurang nyaman.
Agar ibadah Anda tetap fokus dan tidak terganggu oleh urusan toilet, berikut adalah panduan praktis dan tips menjaga kenyamanan saat menggunakan toilet umum di Tanah Suci:
- Siapkan "Survival Kit" Toilet Anda sendiri
Meskipun toilet di sekitar dua masjid suci dibersihkan secara berkala oleh petugas, ketersediaan tisu atau sabun cuci tangan tidak selalu terjamin karena tingginya volume pengguna. Sebelum berangkat ke masjid, pastikan Anda selalu membawa tas kecil berisi:
- Tisu basah dan tisu kering: Sangat penting untuk membersihkan diri dan mengeringkan tangan atau dudukan toilet.
- Sabun kertas atau hand sanitizer: Untuk memastikan tangan Anda kembali higienis setelah keluar dari toilet.
- Botol spray kecil kosong: Berguna untuk wadah air wudhu darurat atau pembilasan ekstra jika diperlukan.
- Kenali Jenis dan Desain Toilet
Di Makkah dan Madinah, Anda akan menemukan dua jenis toilet: toilet jongkok (squat toilet) dan toilet duduk (pedestal toilet).
- Mayoritas toilet umum di area pelataran masjid adalah toilet jongkok karena dinilai lebih higienis untuk penggunaan massal.
- Hampir seluruh toilet dilengkapi dengan selang air (bidet spray/shattaf) untuk bilas. Namun, karena tekanan airnya terkadang sangat tinggi atau justru terlalu kecil, cobalah menyalakan keran secara perlahan terlebih dahulu sebelum digunakan.
- Hindari Waktu-Waktu Padat (Peak Hours)
Antrean toilet di pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan mencapai puncaknya pada 30 menit sebelum azan hingga 30 menit setelah salat berjamaah selesai.
- Solusi: Usahakan untuk menyelesaikan urusan toilet dan berwudhu di hotel sekitar 1 hingga 1,5 jam sebelum berangkat ke masjid. Jika Anda terdesak ingin ke toilet saat berada di masjid, pergilah saat khotbah atau beberapa saat sebelum waktu salat masuk, di mana antrean biasanya jauh lebih lengang.
- Ketahui Lokasi dan Nomor Toilet
Di Masjidil Haram, toilet umum umumnya berada di bawah tanah (underground) yang diakses melalui tangga turun di pelataran luar, dan ditandai dengan nomor-nomor besar (seperti Toilet No. 3, No. 4, dst.) serta simbol pria/wanita yang jelas. Di Masjid Nabawi, toilet juga terletak di bawah tanah pelataran dengan nomor halaman tertentu.
- Tips: Ingat baik-baik nomor toilet tempat Anda masuk dan pintu keluar terdekatnya. Suasana pelataran yang sangat luas dan mirip satu sama lain sering kali membuat jemaah bingung arah jalan kembali ke masjid setelah keluar dari toilet.
- Jaga Kebersihan untuk Jemaah Lain
Sebagai tamu Allah, menjaga kebersihan adalah bagian dari iman sekaligus bentuk empati kepada sesama jemaah. Pastikan Anda menyiram toilet hingga benar-benar bersih setelah menggunakannya, tidak membuang tisu bekas ke dalam lubang toilet agar tidak mampet, dan segera lap sisa air yang menggenang di lantai jika memungkinkan demi keamanan jemaah lansia agar tidak terpeleset.
Sumber:
https://www.kemenag.go.id/
https://www.detik.com/
https://www.liputan6.com/
https://www.kompas.com/
https://www.republika.co.id/
