Panduan Menukarkan Mata Uang Riyal yang Masih Tersisa Setelah Umroh

Kategori : Tips & Informasi Umroh, Ditulis pada : 29 Juli 2026, 09:40:47

Kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah umroh membawa kebahagiaan spiritual yang luar biasa. Namun, sesampainya di rumah, Anda mungkin baru menyadari bahwa masih ada sisa mata uang Riyal Arab Saudi (SAR) di dalam dompet.

Menyimpan sisa Riyal dalam jangka panjang sebenarnya sah-sah saja, terutama jika Anda berencana kembali ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Namun, jika Anda ingin segera mengkonversikannya kembali ke Rupiah agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, ada beberapa langkah dan panduan penting yang perlu Anda perhatikan agar tidak merugi akibat selisih kurs yang tinggi.

Berikut adalah panduan praktis untuk menukarkan sisa uang Riyal Anda setelah pulang umroh:

  1. Tukar di Money Changer Berizin (Authorized)

Langkah paling umum dan praktis adalah mendatangi money changer resmi di kota Anda. Penukaran di money changer sering kali menawarkan kurs yang lebih kompetitif dibandingkan bank komersial.

  • Tips Penting: Pastikan Anda memilih tempat penukaran yang memiliki izin resmi dari Bank Indonesia (biasanya ditandai dengan stiker atau sertifikat PMA/Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank). Hindari menukar uang di calo atau tempat tidak resmi untuk menghindari risiko uang palsu atau potongan harga yang tidak masuk akal.
  1. Memanfaatkan Layanan Bank Nasional

Beberapa bank nasional di Indonesia, khususnya bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), memiliki layanan penukaran valuta asing (money changer). Menukar uang di bank memberikan jaminan keamanan yang sangat tinggi serta keaslian uang yang terjamin 100%. Anda cukup mendatangi kantor cabang terdekat, mengambil antrean teller, mengisi formulir penukaran valas, dan membawa kartu identitas diri.

  1. Gunakan Aplikasi Finansial Digital

Jika Anda sempat membeli atau menyimpan Riyal dalam bentuk saldo digital (seperti menggunakan kartu debit khusus umroh atau aplikasi perbankan digital), prosesnya jauh lebih mudah. Anda hanya perlu membuka aplikasi perbankan Anda (misalnya Jenius atau m-banking lainnya yang mendukung konversi mata uang asing), lalu melakukan konversi saldo Riyal kembali ke Rupiah dalam hitungan detik secara langsung dari ponsel Anda.

  1. Gunakan untuk Belanja di Bandara Sebelum Kepulangan

Jika Anda masih berada di Bandara Jeddah atau Madinah sebelum terbang ke Indonesia, cobalah mengecek kembali sisa fisik uang Riyal Anda. Jika jumlahnya tidak terlalu banyak (di bawah 50–100 SAR), lebih disarankan untuk membelanjakannya di duty-free shop bandara untuk membeli cokelat, kurma, atau suvenir tambahan. Menukarkan uang dalam jumlah kecil di tanah air terkadang kurang efisien karena waktu dan biaya transportasi yang Anda keluarkan untuk pergi ke tempat penukaran uang.

Perhatikan Kondisi Fisik Uang Riyal Anda!

Mayoritas money changer dan bank di Indonesia sangat sensitif terhadap kondisi fisik uang kertas asing. Pastikan lembaran kertas Riyal Anda tidak robek, tidak terlipat parah, tidak dicoret-coret, dan tidak lusuh. Uang kertas yang rusak biasanya akan dihargai jauh lebih murah (kursnya jatuh) atau bahkan ditolak sama sekali.

Sumber:

https://www.detik.com/
https://www.cnnindonesia.com/
https://jminternasional.com/
https://www.mabruk.co.id/
https://www.kompasiana.com/

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id