Misteri dan Keindahan Jabal Rahmah: Benarkah Tempat Terbaik untuk Enteng Jodoh?
Bagi para jamaah yang melaksanakan ibadah haji atau umrah, kawasan Padang Arafah pasti sudah tidak asing lagi. Di tengah hamparan padang pasir yang luas tersebut, berdiri sebuah bukit batu setinggi kurang lebih 70 meter yang dikenal dengan nama Jabal Rahmah. Bukit ini selalu ramai dikunjungi oleh jamaah dari berbagai belahan dunia karena nilai sejarah dan panoramanya yang indah, terutama saat matahari terbenam.
Namun, di samping keindahan dan nilai historisnya, Jabal Rahmah juga diselimuti oleh sebuah mitos yang sangat populer, khususnya di kalangan jamaah asal Indonesia. Bukit ini kerap diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa agar cepat mendapatkan jodoh atau agar hubungan pernikahan menjadi langgeng. Bagaimana sebenarnya fakta sejarah dan pandangan syariat Islam mengenai hal ini? Mari kita ulas bersama secara jernih agar ibadah kita tetap bernilai pahala.
Saksi Sejarah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Nama "Jabal Rahmah" memiliki arti "Bukit Kasih Sayang". Nama ini merujuk pada sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat manusia. Menurut sebagian besar ahli tafsir dan sejarah Islam, bukit inilah yang menjadi tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Ibunda Hawa setelah mereka diturunkan dari surga ke bumi secara terpisah selama ratusan tahun.
Setelah melalui proses pencarian yang panjang dan saling memohon ampunan kepada Allah SWT, keduanya akhirnya dipertemukan kembali oleh Allah di bukit ini. Peristiwa penuh haru dan kasih sayang inilah yang melatarbelakangi penamaan Jabal Rahmah. Di puncak bukit ini, sekarang telah dibangun sebuah tugu beton berwarna putih setinggi 8 meter untuk menandai lokasi tersebut.
Tempat Diturunkannya Wahyu Terakhir
Selain kisah Nabi Adam dan Hawa, Jabal Rahmah juga menyimpan memori penting pada masa kenabian Rasulullah ﷺ. Di sekitar bukit inilah Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan khotbah perpisahan (Khutbatul Wada') di depan sekitar 114.000 jamaah haji, beberapa bulan sebelum beliau wafat.
Pada momen krusial tersebut, Allah SWT menurunkan wahyu terakhir-Nya, yaitu Surat Al-Ma'idah ayat 3, yang menegaskan bahwa agama Islam telah sempurna. Mendatangi Jabal Rahmah seharusnya mengingatkan kita pada kesempurnaan Islam dan warisan risalah yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ untuk umatnya.
Meluruskan Mitos "Enteng Jodoh"
Karena sejarah pertemuan Adam dan Hawa, muncul anggapan di sebagian masyarakat bahwa berdoa di dekat tugu Jabal Rahmah, menuliskan nama sendiri dan calon pasangan di batu-batu bukit, atau mengikat tali di sana bisa membuat seseorang enteng jodoh.
Dalam pandangan fikih Islam, keyakinan seperti ini tidak memiliki dasar dalil yang sahih dari Al-Qur'an maupun hadis. Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mencontohkan atau memerintahkan umatnya untuk mengkhususkan ibadah atau menganggap Jabal Rahmah memiliki tuah tertentu terkait jodoh.
Berdoa memohon jodoh yang saleh atau salehah adalah hal yang sangat baik dan dianjurkan dalam Islam, dan berdoa di tanah suci secara umum memang memiliki keutamaan karena berada di tempat-tempat yang berkah. Namun, mengkhususkan Jabal Rahmah sebagai "tempat keramat" untuk urusan jodoh justru dikhawatirkan dapat mengurangi kemurnian akidah dan menjerumuskan kita pada perbuatan syirik atau bid'ah.
Menikmati Keindahan dengan Bijak
Mengunjungi Jabal Rahmah sangat dianjurkan untuk tujuan tadabur sejarah dan melihat lanskap Padang Arafah dari ketinggian. Saat berkunjung ke sini, jagalah keasrian tempat ini dengan tidak mencoret-coret batu tugu menggunakan spidol atau membawa foto dari tanah air untuk ditanam di sana. Luruskan niat semata-mata untuk mengagumi kebesaran Allah SWT dan mengambil pelajaran dari napas perjuangan para nabi terdahulu.
Sumber :
https://islamqa.info
https://almanhaj.or.id
https://dorar.net
https://islamweb.net
https://haj.gov.sa
