Sunnah-Sunnah yang Sering Terlupakan Saat Menjalankan Umroh

Kategori : Tips & Informasi Umroh, Religi & Motivasi Umroh, Religi & Edukasi, Ditulis pada : 05 Agustus 2026, 09:09:57

Menjalankan ibadah umroh adalah kesempatan istimewa yang amat berharga. Dalam praktiknya, fokus utama jamaah tentu tertuju pada rukun dan syarat sah umroh seperti ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul. Namun, di luar amalan wajib tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan berbagai sunnah yang dapat menyempurnakan pahala dan menambah kekhusyukan ibadah.

Karena padatnya aktivitas atau kurangnya pemahaman, ada beberapa amalan sunnah yang kerap terlewatkan. Berikut adalah beberapa sunnah yang sering terlupakan saat menjalankan umroh:

  1. Menjaga Kebersihan Diri dan Mandi Sebelum Ihram

Sebelum mengenakan pakaian ihram dan berniat di miqat, disunnahkan untuk mandi sunnah ihram, memotong kuku, merapikan kumis, serta mencukur bulu-bulu tubuh. Selain itu, mengoleskan wewangian di badan (bukan di kain ihram) sebelum berniat ihram adalah sunnah yang sering diabaikan karena kekhawatiran yang keliru terkait larangan ihram.

  1. Memperbanyak dan Meninggikan Bacaan Talbiyah

Sejak berniat ihram di miqat hingga sebelum memulai tawaf, jamaah disunnahkan untuk terus mengumandangkan talbiyah. Bagi laki-laki, disunnahkan memunculkan dan meninggikan suara, sedangkan wanita melantunkannya dengan suara pelan. Senantiasa membasahi lidah dengan talbiyah menjaga fokus jiwa pada niat kedatangan ke Baitullah.

  1. Melakukan Idhtiba’ dan Ramal Saat Tawaf Umroh

Dua sunnah khusus bagi laki-laki saat tawaf umroh (tawaf qudum) ini sering kali terlewatkan. Idhtiba’ adalah membuka bahu kanan dengan meletakkan pertengahan kain ihram di bawah ketiak kanan dan menggantungkan ujungnya di bahu kiri. Sementara Ramal adalah berjalan cepat dengan langkah-langkah pendek pada tiga putaran pertama tawaf, kemudian berjalan biasa pada empat putaran sisanya.

  1. Salat Sunnah Tawaf di Belakang Maqam Ibrahim

Selesai melakukan tujuh putaran tawaf, disunnahkan untuk menutupi kembali kedua bahu, lalu menunaikan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas. Jika area tersebut sangat padat, salat ini tetap sah dilakukan di bagian Masjidil Haram mana saja.

  1. Minum Air Zamzam Sambil Berdiri dan Berdoa

Setelah salat sunnah tawaf, disunnahkan untuk minum air zamzam hingga kenyang. Adab yang diajarkan adalah minum sambil menghadap kiblat, membaca basmalah, berdiri, dan memanjatkan doa, sebab air zamzam berkhasiat sesuai dengan niat orang yang meminumnya.

  1. Berdoa di Multazam dan Memegang Hajar Aswad/Rukun Yamani Secara Tertib

Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah) adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Jika kondisi memungkinkan tanpa mendzalimi atau menyakiti jamaah lain, usahakan berdoa di sana. Selain itu, menyapu Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa menciumnya juga merupakan sunnah yang sering tertukar atau terlupakan.

  1. Memperbanyak Doa Saat Berada di Atas Bukit Shofa dan Marwah

Saat memulai sa'i di Bukit Shofa maupun setiap kali sampai di puncak Marwah, disunnahkan untuk menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan memanjatkan doa secara pribadi dengan sungguh-sungguh sebelum melanjutkan putaran berikutnya.

Memahami dan mempraktikkan sunnah-sunnah kecil ini akan menjadikan ibadah umroh terasa lebih berkesan, sempurna, dan menghidupkan petunjuk Rasulullah SAW dalam setiap tahapan perjalanan kita di Tanah Suci.

Sumber :

https://muslim.or.id

https://rumaysho.com

https://almanhaj.or.id

https://nu.or.id

https://republika.co.id

 

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id