Mengenal Kebiasaan dan Budaya Masyarakat Arab Saudi yang Perlu Diketahui Jemaah
Perjalanan ibadah umroh bukan hanya tentang kesiapan spiritual dan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita beradaptasi dengan lingkungan baru. Arab Saudi memiliki kebudayaan yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan tradisi Arab yang khas.
Mengetahui dan menghormati adat istiadat serta kebiasaan masyarakat lokal sangat penting bagi jamaah agar terhindar dari kesalahpahaman, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci. Berikut adalah beberapa kebiasaan dan budaya penting masyarakat Arab Saudi yang wajib Anda ketahui.
- Jam Istirahat Siang dan Waktu Salat yang Sakral
Salah satu perbedaan mencolok dengan kehidupan di Indonesia adalah pola aktivitas harian mereka:
- Waktu Salat adalah Segalanya: Saat azan berkumandang, hampir semua aktivitas ekonomi langsung berhenti. Toko, restoran, apotek, hingga pusat perbelanjaan akan tutup sementara selama sekitar 20–30 menit. Rencanakan waktu belanja atau makan Anda di luar jam-jam salat.
- Budaya Istirahat Siang (Sesta): Karena suhu udara siang hari yang sangat panas, banyak toko lokal (terutama di luar kompleks masjid) memilih tutup selepas zuhur hingga asar, lalu baru buka kembali hingga larut malam.
- Aturan Berpakaian yang Sopan dan Tertutup
Arab Saudi menerapkan aturan berpakaian yang sangat sopan (code of conduct kesopanan publik):
- Bagi Wanita: Sangat dianjurkan memakai pakaian longgar yang tidak membentuk lekuk tubuh (seperti abaya) dan kerudung yang menutup dada dengan sempurna.
- Bagi Pria: Hindari memakai celana pendek di atas lutut atau kaus tanpa lengan (singlet) saat berada di ruang publik, karena dianggap kurang sopan dan tidak pantas.
- Etika Berinteraksi Antar Lawan Jenis
Budaya Arab menjunjung tinggi pemisahan (segregasi) yang ketat antara pria dan wanita yang bukan mahram:
- Antrean Terpisah: Di tempat umum seperti restoran cepat saji, bank, atau imigrasi, biasanya terdapat jalur antrean khusus untuk keluarga/wanita (family/ladies) dan jalur khusus pria (single). Pastikan Anda tidak salah masuk antrean.
- Kontak Fisik: Hindari menjabat tangan lawan jenis kecuali mereka yang memulainya terlebih dahulu. Bagi sesama jenis, pelukan hangat atau kecupan pipi (khusus pria dengan pria) adalah hal yang lumrah sebagai tanda keakraban.
- Penggunaan Tangan Kanan untuk Segala Hal Baik
Sama seperti di Indonesia, masyarakat Arab sangat menjunjung tinggi penggunaan tangan kanan.
- Selalu gunakan tangan kanan saat makan, minum, memberikan barang, atau menerima kembalian uang dari pedagang. Menggunakan tangan kiri untuk interaksi tersebut dianggap sangat tidak sopan.
- Karakter Suara Keras Bukan Berarti Marah
Bagi sebagian jamaah Indonesia yang terbiasa dengan tutur kata lembut, cara berbicara orang Arab yang bernada tinggi, tegas, dan menggunakan volume suara keras sering kali disalahpahami sebagai tanda kemarahan.
Faktanya: Karakteristik vokal masyarakat Arab memang cenderung lantang dan ekspresif saat berbicara. Hal tersebut adalah hal yang biasa dalam komunikasi sehari-hari mereka, jadi jangan berkecil hati atau merasa takut terlebih dahulu.
- Larangan Mengambil Foto Sembarangan
Mengabadikan momen di Tanah Suci memang menyenangkan, namun Anda harus sangat berhati-hati:
- Hormati Privasi: Sangat dilarang mengambil foto atau video orang lokal secara langsung, terutama wanita Arab, tanpa izin mereka. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran privasi yang serius dan bahkan bisa berurusan dengan pihak keamanan (Asykar).
Sumber:
https://www.kemlu.go.id/
https://www.kemenag.go.id/
https://www.kompas.com/
https://www.liputan6.com/
https://www.detik.com/
