Apa Saja Larangan Membawa Barang ke Arab Saudi? Jangan Sampai Ditahan di Bandara
Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi, baik untuk ibadah umroh, haji, maupun keperluan liburan dan bisnis, mempersiapkan barang bawaan dengan cermat adalah hal yang wajib dilakukan.
Pemerintah Arab Saudi dan otoritas bea cukai setempat menerapkan aturan yang sangat ketat mengenai barang apa saja yang boleh dan tidak boleh masuk ke dalam negaranya. Kelalaian kecil saat packing bisa berakibat fatal, mulai dari barang disita, tertahan lama di pemeriksaan bandara, hingga sanksi hukum yang serius.
Agar perjalanan Anda berjalan lancar dan aman, berikut adalah daftar barang yang dilarang bawa ke Arab Saudi yang wajib Anda ketahui.
- Obat-Obatan Tanpa Resep Dokter Resmi
Arab Saudi sangat ketat terhadap peredaran zat psikotropika dan narkotika. Beberapa jenis obat batuk, obat penenang, atau obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di Indonesia bisa jadi mengandung zat yang dilarang di sana.
- Solusinya: Jika Anda harus membawa obat-obatan pribadi untuk penyakit tertentu, pastikan jumlahnya wajar dan wajib menyertakan resep resmi dari dokter yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau Arab.
- Rokok dan Rokok Elektrik (Vape) yang Berlebihan
Membawa rokok untuk konsumsi pribadi memang diperbolehkan, namun jumlahnya dibatasi dengan sangat ketat. Berdasarkan aturan kepabeanan, batas maksimal membawa rokok ke Arab Saudi adalah 200 batang (atau sekitar 2 slop saja) per orang.
- Jika Anda membawa lebih dari jumlah tersebut, kelebihannya akan disita atau dikenakan pajak cukai yang sangat tinggi. Aturan ketat ini juga berlaku untuk cairan vape (e-liquids) dan perangkat rokok elektrik lainnya.
- Bahan Makanan Berbau Menyengat dan Produk Turunan Babi
Semua jenis makanan atau produk olahan yang mengandung babi atau turunannya dilarang keras tanpa pengecualian. Selain itu, pihak maskapai dan bandara juga melarang jemaah membawa bahan makanan yang memiliki bau menyengat ke dalam bagasi pesawat, seperti:
- Terasi
- Durian atau olahannya
- Ikan asin yang tidak dikemas kedap udara
- Benda Tajam dan Peralatan Elektronik Tertentu
Benda tajam seperti gunting, pisau lipat, atau silet pemotong wajib ditaruh di bagasi tercatat (checked baggage) dan tidak boleh masuk ke dalam kabin pesawat. Selain itu, barang elektronik rumahan seperti magic com atau penanak nasi kerap ditemukan di koper jemaah dan berpotensi disita karena dinilai membebani kapasitas serta melanggar regulasi keselamatan bagasi pesawat.
- Barang yang Bertentangan dengan Nilai Islami dan Budaya Setempat
Semua barang, buku, majalah, atau media digital yang mengandung unsur pornografi dilarang keras. Selain itu, barang-barang yang mempromosikan perjudian (seperti kartu poker, dadu) serta barang yang dianggap bertentangan dengan akidah Islam juga akan langsung disita oleh petugas bandara.
- Drone (Pesawat Tanpa Awak)
Bagi Anda yang suka mendokumentasikan perjalanan, harap berhati-hati. Membawa drone ke Arab Saudi memerlukan izin khusus dan tertulis dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA). Membawa drone tanpa izin resmi di dalam koper akan membuat alat tersebut disita di bandara.
Tips Aman Sebelum Berangkat
- Cek kembali koper Anda: Lakukan double-check sebelum koper dikunci. Pastikan tidak ada barang mencurigakan yang terselip.
- Patuhi batas berat bagasi: Selain jenis barang, perhatikan juga berat maksimal koper yang diizinkan oleh maskapai penerbangan Anda.
- Deklarasikan barang berharga: Jika Anda membawa uang tunai atau perhiasan dengan nilai kumulatif di atas SAR 60.000 (sekitar $16.000 USD), Anda wajib melaporkannya ke petugas bea cukai melalui jalur merah (red channel).
Dengan memahami dan mematuhi regulasi di atas, proses pemeriksaan di Bandara Jeddah maupun Madinah akan berjalan dengan cepat, sehingga Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang dan nyaman.
Sumber:
https://www.hajj.gov.sa
https://saudigazette.com.sa
https://www.detik.com
https://www.roafly.com
