7 Kesalahan Jamaah Umroh yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Kategori : Tips & Informasi Umroh, Religi & Edukasi, Ditulis pada : 06 Juli 2026, 10:27:32

Melaksanakan ibadah umroh merupakan impian setiap muslim. Namun, karena kelelahan fisik, perbedaan budaya, atau kurangnya edukasi, tidak sedikit jemaah yang melakukan kekeliruan saat berada di Tanah Suci. Kesalahan-kesalahan ini tidak hanya bisa mengurangi kekhusyukan, tetapi juga berpotensi membatalkan rukun ibadah jika tidak diantisipasi dengan baik.

Berikut adalah 7 kesalahan jemaah umroh yang sering terjadi di lapangan dan cara efektif untuk menghindarinya.

  1. Kurang Memahami Rukun dan Larangan Ihram

Banyak jemaah yang terlalu mengandalkan mutawwif (pembimbing) tanpa mempelajari manasik secara mandiri sebelum berangkat. Akibatnya, ada jemaah yang tidak sengaja melanggar larangan ihram, seperti menggunakan wewangian setelah berniat, memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), atau memotong kuku dan rambut sebelum tahallul.

  • Cara Menghindari: Ikuti manasik yang diselenggarakan oleh travel dengan serius. Catat hal-hal krusial dan bawa buku panduan kecil atau aplikasi doa digital yang valid sebagai rujukan cepat saat beribadah.
  1. Memaksakan Diri Mengejar Sunnah hingga Mengabaikan Fisik

Mencium Hajar Aswad, shalat di Hijr Ismail, atau berdoa di Raudhah adalah amalan sunnah yang sangat mulia. Sayangnya, demi mengejar sunnah ini, sebagian jemaah nekat berdesak-desakan, saling sikut, bahkan hingga menciderai jemaah lain atau diri sendiri. Kondisi fisik yang drop akibat kelelahan di awal waktu justru bisa mengacaukan rukun wajib umroh yang utama.

  • Cara Menghindari: Pahami skala prioritas. Utamakan keselamatan diri dan orang lain. Jika kondisi sangat padat, cukup berikan isyarat (istilam) dari jauh saat melewati Hajar Aswad tanpa harus memaksakan diri maju ke depan.
  1. Meremehkan Aturan Larangan Memotret dan Membuat Konten

Fenomena flexing atau berswafoto (selfie) berlebihan di depan Ka'bah atau saat sa'i sering kali mengganggu kekhusyukan jemaah lain. Selain mengurangi nilai ikhlas, pihak keamanan (Askar) Masjidil Haram kini semakin ketat. Jemaah yang kedapatan membawa peralatan kamera profesional atau membuat konten yang mengganggu ketertiban bisa ditegur keras hingga ditahan.

  • Cara Menghindari: Fokuslah pada esensi ibadah. Jika ingin mendokumentasikan perjalanan, lakukan di luar waktu ibadah inti dan pastikan tidak mengambil gambar wajah orang lain tanpa izin serta tidak menghalangi jalur jemaah yang sedang thawaf atau sa'i.
  1. Tidak Mempersiapkan Fisik dan Dehidrasi

Cuaca di Arab Saudi sangat fluktuatif dan cenderung ekstrem bagi orang Indonesia—bisa sangat panas atau sangat dingin di musim tertentu. Kelelahan akibat perjalanan jauh (jetlag) ditambah dengan aktivitas fisik ibadah yang padat sering memicu tumbangnya kesehatan jemaah. Banyak yang lupa minum karena tidak merasa haus, padahal kelembapan udara di sana sangat rendah.

  • Cara Menghindari: Mulailah rutin berolahraga jalan kaki minimal sebulan sebelum keberangkatan. Selama di Tanah Suci, wajib membawa botol minum sendiri dan konsumsi air zam-zam secara berkala untuk mencegah dehidrasi, serta gunakan pelembap kulit dan lip balm.
  1. Salah Memilih Waktu dan Tempat Tahallul

Kesalahan klasik yang sering dijumpai adalah jemaah (khususnya wanita) yang langsung memotong rambutnya sendiri di area tempat sa'i (Marwah) sebelum mereka sendiri selesai secara sah, atau memotong rambut jemaah lain padahal dirinya belum bertahallul. Ada juga yang mencukur rambut sembarangan dan membuang sampahnya di lantai masjid.

  • Cara Menghindari: Bagi wanita, sebaiknya proses potong rambut dilakukan di dalam hotel atau tempat tertutup untuk menjaga aurat. Bagi laki-laki yang ingin mencukur gundul (tahallul afdhal), gunakan jasa tukang cukur resmi yang berada di sekitar area luar masjid untuk memastikan kebersihan dan higienitas alat cukur.
  1. Terpisah dari Rombongan karena Minim Persiapan Mandiri

Tersesat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi adalah hal yang sangat lumrah karena luasnya area dan banyaknya pintu. Namun, ini menjadi masalah besar jika jemaah tidak membawa identitas diri, tidak tahu nama hotelnya, atau tidak memegang alat komunikasi.

  • Cara Menghindari: Selalu gunakan atribut resmi dari travel (seperti ID card dan seragam). Sebelum keluar hotel, foto kartu nama hotel yang tertera alamat lengkapnya. Manfaatkan fitur share location pada aplikasi pesan jika Anda bepergian terpisah dari rombongan utama.
  1. Terlalu Fokus pada Belanja di Awal Waktu

Niat ibadah terkadang bergeser menjadi wisata belanja sejak hari-hari pertama kedatangan. Menghabiskan waktu berjam-jam di pasar atau mal sekitar masjid tidak hanya menguras energi, tetapi juga membuat waktu untuk itikaf dan ibadah wajib menjadi terbengkalai.

  • Cara Menghindari: Buat jadwal khusus untuk membeli oleh-oleh, idealnya di hari-hari terakhir menjelang kepulangan. Prioritaskan hari-hari awal untuk fokus menyempurnakan ibadah umroh dan memperbanyak amalan di dalam masjid.

Sumber:
https://islam.nu.or.id/umrah-haji/
https://kemenag.go.id/haji/panduan-manasik-haji-dan-umrah-kemendag-ri
https://www.saudia.com/
https://www.indonesia.travel/id/id/

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id