Mengenal Kota Thaif: Kota Sejuk Penuh Sejarah dan Tempat Healing Favorit Jamaah Umrah
Saat membayangkan Arab Saudi, sebagian besar dari kita mungkin akan langsung terpikir tentang hamparan padang pasir yang luas, cuaca yang panas, dan perbukitan batu yang gersang. Namun, persepsi tersebut akan langsung berubah begitu Anda menginjakkan kaki di Kota Thaif. Terletak sekitar 67 kilometer di tenggara Kota Makkah, Thaif menawarkan sisi lain dari Arab Saudi yang begitu menyegarkan, hijau, dan berudara sejuk.
Bagi jamaah umrah Indonesia, berkunjung ke Thaif kini menjadi salah satu agenda ziarah atau city tour yang paling diminati. Selain menjadi tempat untuk melepas penat atau healing sejenak dari rutinitas ibadah yang padat, kota ini menyimpan rekam jejak sejarah dakwah Islam yang sangat menyentuh hati.
Pesona Alam yang Menyejukkan di Dataran Tinggi
Thaif berada di lembah Pegunungan Asir dan Pegunungan Al-Hada, dengan ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut. Letak geografis inilah yang membuat suhu udara di Thaif sangat kontras dengan Makkah. Jika di Makkah suhu udara bisa sangat terik, di Thaif Anda bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang dingin, bahkan kabut tipis sering kali turun menyelimuti kota pada waktu-waktu tertentu.
Karena tanahnya yang subur dan hawanya yang sejuk, Thaif dikenal sebagai daerah pertanian utama di Arab Saudi. Kota ini terkenal sebagai penghasil buah-buahan segar seperti delima, anggur, buah tin, serta bunga mawar. Setiap musim semi, kebun-kebun mawar di Thaif akan mekar dan mengharumkan seisi kota, yang kemudian diolah menjadi minyak wangi mawar berkualitas tinggi yang diekspor ke berbagai negara.
Menapaki Sejarah Keteguhan Dakwah Rasulullah ﷺ
Di balik keindahan alamnya, Thaif memiliki kedudukan yang sangat emosional dalam sejarah Islam. Pada tahun kesepuluh kenabian, yang dikenal sebagai Amul Huzni (Tahun Kesedihan) setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib, Nabi Muhammad ﷺ memutuskan pergi ke Thaif untuk mencari perlindungan dan menyebarkan dakwah.
Namun, kedatangan Rasulullah ﷺ justru mendapat penolakan keras dari penguasa dan penduduk Thaif kala itu. Beliau diusir, dihina, bahkan dilempari batu hingga terluka. Di tengah situasi yang sangat berat tersebut, Malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung datang menawarkan diri untuk menimpakan gunung di atas penduduk Thaif sebagai hukuman.
Di sinilah kemuliaan akhlak Nabi Muhammad ﷺ terpancar nyata. Beliau menolak tawaran tersebut dan justru mendoakan mereka: "Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka keturunan yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun." Doa penuh kasih sayang itulah yang membuat seluruh penduduk Thaif hari ini menjadi muslim yang taat.
Destinasi Populer di Thaif untuk Jamaah Umrah
Saat melakukan kunjungan ke Thaif, ada beberapa tempat menarik yang wajib Anda kunjungi:
- Masjid Abdullah bin Abbas: Salah satu masjid bersejarah di Thaif, di mana di dekatnya terdapat makam sahabat sekaligus sepupu Rasulullah ﷺ, Abdullah bin Abbas RA, yang terkenal sebagai ahli tafsir Al-Qur'an.
- Perkebunan dan Penyulingan Mawar (Rose Factory): Tempat di mana jamaah bisa melihat langsung proses pengolahan bunga mawar menjadi parfum premium dan air mawar (rose water).
- Kereta Gantung (Teleferik) Al-Hada: Bagi yang ingin menikmati keindahan pemandangan jalan berkelok di pegunungan batu dari ketinggian, menaiki kereta gantung ini bisa menjadi pengalaman rekreasi yang seru.
Mengunjungi Kota Thaif memberikan paket lengkap bagi jamaah umrah. Kita tidak hanya dimanjakan oleh kesegaran alamnya untuk menyegarkan pikiran, tetapi juga pulang dengan membawa pelajaran berharga tentang luasnya kesabaran, keikhlasan, dan indahnya memaafkan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Sumber :
https://islamqa.info
https://almanhaj.or.id
https://dorar.net
https://islamweb.net
https://haj.gov.sa
