Panduan Kuliner di Makkah & Madinah: Menyesuaikan Lidah Indonesia dengan Makanan Arab

Kategori : Tips & Informasi Umroh, Ditulis pada : 22 Juni 2026, 10:48:57

Melaksanakan ibadah umrah atau haji ke Tanah Suci tentu menjadi momen yang paling dinantikan. Selain mempersiapkan fisik dan mental, ada satu hal penting yang sering kali luput dari perhatian, yaitu urusan perut. Berada di Arab Saudi berarti Anda akan berinteraksi langsung dengan kuliner khas Timur Tengah selama beberapa minggu.

Bagi sebagian jamaah Indonesia, beradaptasi dengan makanan lokal bisa menjadi tantangan tersendiri. Karakteristik masakan Arab yang kaya akan rempah kuat, porsi besar, dan didominasi daging terkadang kaget di lidah kita yang terbiasa dengan rasa manis, pedas, dan gurihnya penyedap rasa.

Agar ibadah tetap nyaman dan stamina terjaga, berikut adalah panduan praktis menyesuaikan lidah Indonesia dengan kuliner di Makkah dan Madinah.

  1. Kenali Jenis Beras dan Olahan Nasinya

Jangan kaget saat pertama kali melihat porsi nasi di sana. Beras yang digunakan adalah jenis Basmati yang bulirnya panjang, kering, dan tidak sepulen nasi di tanah air. Namun, olahan nasinya sangat kaya rasa. Anda bisa mencoba Nasi Mandi, Kabsa, atau Biryani.

Tips Lidah Indonesia: Jika Anda kurang cocok dengan aroma kapulaga atau cengkeh yang kuat, pilihlah Nasi Mandi. Nasi ini cenderung punya rasa yang lebih lembut dan ramah di lidah kita dibandingkan Kabsa yang bumbunya sangat pekat.

  1. Pilih Lauk yang "Aman"

Daging kambing dan ayam adalah primadona di Makkah dan Madinah. Jika Anda khawatir dengan aroma daging kambing khas Arab, beralihlah ke menu ayam bakar mereka yang disebut As-Syam atau Ayam Syawah. Proses pemanggangannya membuat bumbu meresap sempurna dan teksturnya mirip dengan ayam bakar madu atau ayam ber bumbu di Indonesia, hanya saja minus rasa pedas.

  1. Siapkan "Amunisi" dari Rumah

Ini adalah kunci penyelamat bagi banyak jamaah. Membawa makanan kering atau sambal kemasan dari Indonesia sama sekali bukan ide yang buruk. Anda bisa membawa:

  • Sambal saset atau sambal botol kecil.
  • Abon sapi atau abon ayam.
  • Kering tempe atau kentang mustofa.
  • Bawang goreng.

Menambahkan sedikit sambal atau taburan abon di atas nasi Basmati hangat akan langsung memberikan cita rasa "rumah" yang akrab di lidah Anda.

  1. Jaga Kesehatan dengan Kuliner Sunah

Selama di Tanah Suci, pastikan Anda juga mengonsumsi makanan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Rutin mengonsumsi kurma Ajwah dan madu asli setiap pagi sangat baik untuk menjaga stamina. Rasulullah ﷺ juga menggemari buah labu dan susu, yang bisa Anda temukan dengan mudah di supermarket sekitar hotel. Kuliner sehat ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendatangkan pahala berkah.

Sumber :

https://islamqa.info
https://www.kompas.id/artikel
https://www.kapanlagi.com/

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id