Kenal Lebih Lengkap tentang Hajar Aswad, Sejarah dan Keutamaannya

Kategori : Features, Ditulis pada : 27 Agustus 2026, 09:03:03

Mengunjungi Baitullah guna menjalankan ibadah haji serta umrah, tak lengkap rasanya jika tidak melihat Hajar Aswad. Ya, batu hitam yang disinyalir berasal dari surga ini selalu menarik perhatian para jamaah karena banyak keistimewaannya. Tak puas hanya melihat, bahkan jamaah berusaha untuk bisa mencium Hajar Aswad ini. Apa sih, istimewanya dari batu ini dibanding dengan batu-batu lainnya?

40.jpg

Photo by Rostyslav Savchyn on Unsplash

Berikut ini sejarah serta keistimewaan Hajar Aswad yang wajib Anda ketahui, sehingga Anda bisa memahami mengapa umat muslim berlomba untuk dapat mencium Hajar Aswad saat melakukan ibadah haji atau umrah di tanah suci.

Sejarah Hajar Aswad, Batu yang Berasal dari Surga

Hajar Aswad bukanlah batu biasa, yang umum Anda temui di sekitar. Hal ini disebabkan batu hitam ini bukan asli dari bumi ataupun luar angkasa, namun diyakini sebagai batu yang berasal dari surga. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, “Hajar Aswad adalah batu yang asalnya dari surga.”

Belum diketahui secara pasti bagaimana Hajar Aswad ini bisa sampai di bumi, apakah turun bersama dengan turunnya Nabi Adam AS, atau malaikat yang membawanya dari surga atas perintah Allah pada masa Nabi Ibrahim. Tentang Hajar Aswad yang berasal dari surga ini, diperkuat dengan beberapa fakta penelitian yang ditemukan oleh para ilmuwan yang menggungkapkan bahwa Hajar Aswad memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda dengan batuan yang berasal dari bumi ataupun luar angkasa.

Disebut Hajar Aswad sebab batu ini berwarna hitam, nama tersebut diambil dari kata dalam bahasa Arab yakni ‘Hajar’ yang artinya batu dan ‘Aswad’ yang berarti hitam. Namun, tahukah Anda bahwa awalnya hajar aswad warnanya putih, lebih putih dari susu. Lalu warnanya berubah menjadi hitam seiring perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia. Hal ini dipertegas dalam sebuah hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW telah bersabda, ”Hajar Aswad itu turun dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dosa-dosa manusia lah yang membuat warnanya menjadi hitam.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al Baihaqi)41.jpg

Photo by Haydan As-soendawy from Pexels

Namun, nantinya Hajar Aswad ini akan berubah warna menjadi seperti aslinya. Sebab segala sesuatu yang asalnya dari surga akan kembali ke surga sebelum hari akhir. Ada pula yang menyebut, Hajar Aswad itu terang dan berkilau bahkan manusia tidak dapat melihatnya saking terangnya jika saja Allah tidak memadamkan kilaunya.

Kisah Peletakan Hajar Aswad di Zaman Rasulullah

Awalnya, Hajar Aswad ditemukan oleh Nabi Ismail kemudian oleh Nabi Adam diletakkan di atas pondasi Ka’bah. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad ini diantar langsung oleh Malaikat Jibril dari surga kepada Nabi Ismail, kemudian ia berikan ke ayahnya yaitu Nabi Ibrahim.

Sebelum ditaruh di salah satu sisi Ka’bah, Nabi Ibrahim membawa Hajar Aswad tersebut berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali sambil menciuminya. Itulah pertama kali Hajar Aswad diletakkan dekat dengan Ka’bah kemudian terus dijaga. Namun, Hajar Aswad pernah berpindah tempat disebabkan banjir bandang yang melanda Kota Makkah.

Waktu itu, Kaum Quraisy bertengkar hebat dan saling berselisih pendapat tentang siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke dekat Ka’bah. Maka, ada usulan bahwa mereka akan meminta pendapat kepada orang yang terkenal paling jujur yakni Muhammad bin Abdullah.

Kemudian, dengan bijak beliau berkata, “Ambilkan aku selembar kain,” lalu dibawakan lah selembar kain putih yang dibentangkan dan beliau meletakkan Hajar Aswad di atasnya. Kemudian, beliau berkata, “Hendaknya tiap kabilah memegang sisi-sisi kain tersebut, dan mengantarkannya ke dekat Ka’bah.” Maka, selesai sudah masalah tersebut dengan cara damai atas kebijaksanaan Nabi Muhammad yang waktu itu usianya baru 30 tahun. 

Keistimewaan Hajar Aswad

Hajar Aswad bukanlah batu biasa, akan tetapi batu yang sangat mulia bagi umat muslim. Ada beberapa keistimewaan yang pastinya dapat membuat Anda semakin ingin menyentuh serta menciumnya langsung di tanah suci. Apa saja keistimewaan dari Hajar Aswad ini?

Batu yang berasal dari surga

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Hajar Aswad adalah batu yang asalnya dari surga. Diturunkan oleh Allah SWT sebagai bukti nyata kebesaran Allah. Belum pernah ditemui batu sejenis Hajar Aswad dalam sistem tata surya, jadi bukti bahwa batu hitam ini memang sungguh istimewa.

Berada di Masjidil Haram, di sisi Ka’bah

Keistimewaan berikutnya adalah Hajar Aswad terletak di dekat bangunan Ka’bah, lebih tepatnya di sisi sebelah tenggara Ka’bah. Pastinya, Anda hanya dapat menemukan Hajar Aswad saat menjalankan ibadah di Masjidil Haram, atau ketika mengerjakan ibadah haji dan umrah. Tentunya, ini akan semakin memotivasi Anda untuk segera pergi haji maupun umrah bukan?

Menjadi titik permulaan dari thawaf

Hajar Aswad juga menjadi titik permulaan dari pelaksanaan salah satu rukun haji dan umrah yaitu thawaf. Thawaf adalah berjalan berkeliling Ka’bah sebanyak tujuh kali bermula dari Hajar Aswad berakhir di Maqam Ibrahim. Jadi, Hajar Aswad cukup penting keberadaannya.

Mengusap serta) menciumnya merupakan sunnah

Hukum dari mengusap dan mencium Hajar Aswad merupakan sunnah. Disebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah menyaksikan Rasulullah mengusap dan mencium Hajar Aswad, seperti yang tertuang dalam hadits riwayat Bukhari:

“Sungguh, aku mengetahui bahwa engkau (Hajar Aswad)) hanya sebuah batu, yang tak memberikan manfaat maupun keburukan bagiku. Andai saja aku tidak melihat Rasulullah SAW pernah menciummu (Hajar Aswad), maka aku juga enggan untuk melakukannya.”

Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mengusap dan mencium Hajar Aswad adalah semata-mata untuk melaksanakani sunnah Rasullah semata. Dan menyangkal bahwa tujuannya untuk menyembah batu.

Jadi saksi di hari kiamat bagi siapa saja yang menyentuh dan menciumnya

42.jpg

Photo by Giorgio Parravicini on Unsplash

Wajar saja jika para jamaah haji atau umrah yang sedang menunaikan ibadah ingin mengusap dan mencium Hajar Aswad secara langsung. Karena kelak di Hari Kiamat, Allah akan mendatangkan batu ini menjadi saksi untuk siapa saja yang mengusap serta menciumnya. Sesuai dengan hadits riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Allah, Allah kelak membangkitkan batu ini (Hajar Aswad) di hari akhir dengan mata serta mulut yang bisa berbicara. Sebagai saksi bagi siapa saja yang menyentuh dan menciumnya dengan benar ketika di dunia.”

Itulah sejarah dan keistimewaan Hajar Aswad yang wajib Anda ketahui. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk beribadah ke Baitullah agar bisa menjadi salah satu orang yang mendapat kesempatan untuk menyentuh dan mencium Hajar Aswad, ya!

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id