Doa-Doa yang Dianjurkan Selama Umroh

Kategori : Religi & Edukasi, Ditulis pada : 30 April 2026, 09:12:55

Umroh pada hakikatnya adalah perjalanan yang dipenuhi dengan doa. Sejak langkah pertama meninggalkan rumah hingga kembali pulang, setiap momen menjadi kesempatan untuk bermunajat. Kota Makkah dan Madinah dikenal sebagai tempat-tempat yang penuh keberkahan, di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Namun, tidak sedikit jamaah terutama yang baru pertama kali berangkat merasa bingung tentang doa apa saja yang sebaiknya dibaca.

Berikut adalah panduan doa-doa penting yang dianjurkan selama rangkaian ibadah umroh, bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, sudah disusun secara ringkas dan mudah dipahami.

  1. Doa Saat Memasuki Kota Makkah

Makkah merupakan tanah suci yang dimuliakan Allah. Memasuki kota ini berarti Anda sedang bertamu ke tempat yang paling agung.

Latin:
Allahumma haadza haramuka wa amnuka, fa harrim lahmii wa damii 'alan-naar, wa aamin-nii min 'adzaabika yauma tab'atsu 'ibaadaka, waj'alnii min auliyaa'ika wa ahli thaa'atika.

Artinya:
“Ya Allah, kota ini adalah tanah haram-Mu dan tempat aman-Mu. Maka haramkanlah daging dan darahku dari api neraka. Lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang Engkau cintai serta hamba yang taat kepada-Mu.”

Mengapa dianjurkan?
Agar kita memasuki Makkah dengan penuh adab, sekaligus memohon perlindungan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.

  1. Doa Saat Melihat Ka’bah

Momen pertama kali memandang Ka’bah adalah saat yang sangat istimewa dan penuh harap.

Latin:
Allahumma zid haadzal-bayta tasyriifan wa ta'dhiiman wa takriiman wa mahaabatan, wa zid man syarrafahu wa 'adh-dhomahu wa karramahu mimman hajjahu aw-i'tamarahu tasyriifan wa ta'dhiiman wa takriiman wa birran.

Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Baitullah ini. Dan muliakan pula orang-orang yang memuliakannya, baik yang berhaji maupun berumroh.”

Mengapa dianjurkan?
Sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka’bah sekaligus memohon keberkahan dari tempat yang menjadi pusat ibadah umat Islam.

  1. Doa Sapu Jagad Saat Tawaf

Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, terdapat doa yang sangat dianjurkan dan sering dibaca oleh Rasulullah ﷺ.

Latin:
Rabbana aatina fid-dunnya hasanatan, wa fil-aakhirati hasanatan, wa qinaa 'adzaaban-naar.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

Mengapa dianjurkan?
Karena doa ini mencakup seluruh kebutuhan manusia kebaikan dunia sekaligus keselamatan akhirat.

  1. Doa Saat di Bukit Shafa dan Marwah

Sebelum memulai sa’i, dianjurkan membaca ayat Al-Qur’an sebagai pengingat akan makna ibadah ini.

Latin:
Innas-shafaa wal-marwata min sya'aa'irillaah, faman hajjal-bayta awi'tamara falaa junaaha 'alayhi ay-yath-thawwafa bihimaa.

Artinya:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Maka siapa yang berhaji atau berumroh, tidak ada dosa baginya melakukan sa’i di antara keduanya.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Mengapa dianjurkan?
Untuk mengingat bahwa setiap langkah dalam sa’i adalah bagian dari tanda kebesaran Allah.

  1. Doa di Antara Dua Lampu Hijau (Sa’i)

Saat melewati area ini—terutama bagi laki-laki yang disunnahkan berlari kecil terdapat doa yang sering dipanjatkan.

Latin:
Rabbighfir warham, wa'fu wa takarram, wa tajaawaz 'amma ta'lam, innaka ta'lamu maa laa na'lam, innaka antallaahul-a'azzul-akram.

Artinya:
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, maafkanlah aku, muliakanlah aku, dan hapuskanlah dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui. Engkau Maha Mulia lagi Maha Pemurah.”

Mengapa dianjurkan?
Karena momen ini mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk merendahkan diri dan memohon ampunan.

Tips Tambahan untuk Jamaah

Perlu dipahami bahwa dalam ibadah umroh tidak ada kewajiban membaca doa dengan bahasa tertentu. Jika Anda belum hafal doa-doa di atas, tidak perlu khawatir. Anda tetap dapat berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa yang paling mudah dipahami.

Yang terpenting bukanlah panjang atau indahnya lafaz doa, melainkan ketulusan hati dan kekhusyukan saat memanjatkannya.

 Sumber:

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id