Apa yang Harus Dilakukan Saat Tiba Pertama Kali di Makkah?

Kategori : Religi & Edukasi, Ditulis pada : 18 April 2026, 09:10:03

Tiba di Makkah adalah momen yang penuh haru sekaligus sakral bagi setiap jamaah. Setelah perjalanan panjang, penting untuk tidak terburu-buru dan memahami langkah-langkah awal agar ibadah berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai tuntunan.
Berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan saat pertama kali tiba di Makkah:


1. Menenangkan Diri dan Menjaga Niat


Setelah sampai, jangan langsung memaksakan diri untuk beribadah dalam kondisi lelah. Ambil waktu sejenak untuk beristirahat, minum air, dan memulihkan energi. Pada saat yang sama, luruskan kembali niat bahwa perjalanan ini adalah ibadah kepada Allah. Kondisi fisik dan mental yang stabil akan membantu Anda menjalani ibadah dengan lebih khusyuk.


2. Masuk Masjidil Haram dengan Adab


Saat pertama kali menuju Masjidil Haram, usahakan untuk masuk dengan penuh kesadaran dan adab. Dahulukan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid. Banyak jamaah merasakan momen emosional ketika pertama kali melihat Ka’bah ini adalah pengalaman yang sangat berkesan. Gunakan momen tersebut untuk berdoa dengan sungguh-sungguh karena diyakini sebagai waktu yang mustajab. Jangan lupa membawa tas plastik untuk menyimpan sandal agar tidak hilang atau tertukar saat masuk masjid.


3. Melaksanakan Thawaf


Bagi jamaah umroh, ibadah utama yang dilakukan adalah thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan dilakukan berlawanan arah jarum jam. Selama thawaf, jaga ketenangan, hindari dorong-mendorong, dan perbanyak doa. Fokuskan hati agar tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar menghadirkan rasa ibadah.


4. Melakukan Sa’i antara Shafa dan Marwah


Setelah thawaf, dilanjutkan dengan sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail. Sa’i mengajarkan nilai kesabaran, usaha, dan tawakal kepada Allah dalam setiap kondisi.


5. Tahallul sebagai Penutup Umroh


Tahapan berikutnya adalah tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut. Bagi pria dianjurkan mencukur habis, sedangkan wanita cukup memotong sebagian kecil rambut. Tahallul menandakan selesainya rangkaian umroh dan keluarnya jamaah dari keadaan ihram.


6. Memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram


Setelah menyelesaikan umroh, manfaatkan waktu di Makkah untuk memperbanyak ibadah. Shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan di tempat lain. Selain itu, perbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Ini adalah kesempatan langka yang sebaiknya tidak disia-siakan.


7. Menjaga Etika dan Kesabaran


Makkah dipenuhi oleh jamaah dari berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda. Dalam kondisi ramai, kesabaran menjadi kunci utama. Hindari emosi, jaga sikap, dan hormati sesama jamaah. Ibadah tidak hanya dilihat dari ritualnya, tetapi juga dari akhlak selama menjalankannya.
Perjalanan ke Makkah bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Dengan memahami apa yang perlu dilakukan sejak awal, Anda bisa menjalani ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan bermakna. Persiapan yang baik akan membantu setiap langkah terasa lebih ringan dan penuh kekhusyukan.

Sumber :
https://haji.kemenag.go.id
https://simpu.kemenag.go.id
https://www.haj.gov.sa
https://www.muslimpro.com

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id