Panduan Praktis Thawaf & Sa’i untuk Pemula
Menjalankan Thawaf dan Sa’i untuk pertama kalinya memang sering kali memicu rasa gugup. "Takut salah hitung," atau "Bingung mulainya dari mana," adalah hal yang wajar dirasakan jamaah pemula. Panduan ini kami susun sesederhana mungkin agar Anda bisa fokus sepenuhnya pada kekhusyukan ibadah, bukan sekadar urusan teknis.
- Menjalani Thawaf: Dekatkan Hati di Baitullah
- Apa Itu Thawaf? Sederhananya, Thawaf adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Gerakannya dimulai dari titik Hajar Aswad dan berakhir di sana pula. Ibadah ini adalah simbol ketaatan total kita kepada Sang Pencipta, mengikuti jejak Rasulullah ﷺ.
- Persiapan Sebelum Memulai Pastikan Anda sudah dalam keadaan suci (memiliki wudu), menutup aurat dengan sempurna, dan berada di area Masjidil Haram. Ingat, saat mengelilingi Ka’bah, pastikan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri Anda.
- Langkah-Langkah Thawaf yang Tenang
- Titik Start: Berdirilah menghadap Hajar Aswad, angkat tangan kanan (berisyaarat), lalu ucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”.
- Selama Berjalan: Tidak ada doa khusus yang wajib dihafal. Anda bebas curhat kepada Allah, berzikir, atau membaca ayat Al-Qur’an yang Anda sukai.
- Rukun Yamani: Saat melewati sudut ini, cukup usap (jika memungkinkan) tanpa perlu menciumnya. Jika padat, cukup lewat dengan tenang.
- Putaran Akhir: Setelah mencapai tujuh kali putaran, akhiri tepat di garis Hajar Aswad.
- Hal Kecil yang Berpahala Besar Khusus jamaah laki-laki, disunnahkan untuk membuka bahu kanan (Idtiba’) dan melakukan lari-lari kecil (Ramal) pada tiga putaran pertama. Setelah beres tujuh putaran, sempatkan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dan nikmatilah kesegaran Air Zamzam sambil berdoa.
- Melangkah di Lintasan Sa’i: Meneladani Kesabaran Siti Hajar
- Mengenang Perjuangan di Shafa & Marwah Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Ibadah ini bukan sekadar jalan kaki, tapi napak tilas perjuangan Siti Hajar yang tak kenal menyerah demi mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.
- Cara Menghitung Putaran agar Tidak Keliru Ingat rumusnya: Berangkat itu ganjil, pulang itu genap.
- Langkah 1: Shafa ke Marwah (1)
- Langkah 2: Marwah ke Shafa (2)
- Begitu seterusnya hingga perjalanan ke-7 berakhir di bukit Marwah.
- Tips Agar Sa’i Lebih Bermakna
- Lampu Hijau: Di area yang ditandai lampu hijau, jamaah laki-laki dianjurkan lari-lari kecil. Jamaah perempuan cukup berjalan normal dengan tenang.
- Waktu untuk Berdoa: Gunakan setiap langkah untuk bermunajat. Sa'i adalah waktu yang sangat tepat untuk memohon keteguhan hati dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.
- Tahallul
Setelah mencapai bukit Marwah di putaran terakhir, Anda tinggal melakukan Tahallul (memotong rambut). Untuk laki-laki, sangat dianjurkan untuk mencukur habis (gundul), sementara perempuan cukup memotong seujung jari saja. Dengan ini, rangkaian umrah Anda telah tuntas dan sah!
Thawaf dan sa’i adalah ibadah yang sederhana secara teknis, namun memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Kunci utamanya adalah memahami alur, menjaga niat, dan tetap khusyuk selama menjalankan setiap rangkaian. Dengan persiapan yang baik, pemula pun bisa menjalankannya dengan lancar dan tenang.
Sumber :
- https://haji.kemenag.go.id
- https://www.nu.or.id
- https://muslim.or.id
- https://rumaysho.com
- https://sunnah.com
- https://www.kemenag.go.id
