Masjid Nabawi: Sejarah, Keutamaan, dan Spot Penting yang Wajib Diketahui
Masjid Nabawi adalah salah satu masjid paling suci dalam Islam yang terletak di kota Madinah. Masjid ini menjadi tujuan utama jamaah umroh dan haji setelah mengunjungi Masjidil Haram. Memiliki keistimewaan pahala 1.000 kali lipat lebih utama daripada masjid lain (kecuali Masjidil Haram).
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Sholat di masjidku ini lebih baik seribu sholat di banding dengan sholat di masjid-masjid yang lainnya, kecuali Masjidil Haram (karena sesungguhnya ia lebih utama)”. HR Bukhari dan Muslim.
Sejarah singkat Masjid Nabawi
Masjid Nabawi bukanlah sekadar bangunan megah dengan payung raksasa yang ikonik. Keberadaannya adalah saksi bisu perjuangan Rasulullah ﷺ saat pertama kali menapakkan kaki di Madinah (Yatsrib) dalam peristiwa Hijrah tahun 622 Masehi.
- Berdiri di Atas Tanah Dua Anak Yatim
Saat tiba di Madinah, unta Rasulullah ﷺ yang bernama Al-Qaswa berhenti di sebuah lahan penjemuran kurma milik dua anak yatim, Sahl dan Suhail. Meski mereka ingin menghibahkannya, Rasulullah ﷺ tetap bersikeras membelinya seharga 10 dinar emas untuk menghargai hak mereka.
- Arsitektur Awal yang Sangat Sederhana
Jangan bayangkan marmer dingin atau AC. Awalnya, Masjid Nabawi hanyalah bangunan seluas 30×35 meter dengan:
- Dinding: Batubara dan tanah liat.
- Atap: Pelepah kurma (hanya di sebagian sisi).
- Tiang: Batang pohon kurma.
- Lantai: Pasir dan kerikil.
- Kiblat: Awalnya menghadap Baitul Maqdis (Palestina) sebelum akhirnya berpindah ke Ka’bah di Mekkah.
- Perluasan dari Masa ke Masa
Seiring berkembangnya umat Islam, Masjid Nabawi terus mengalami renovasi besar-besaran:
- Masa Khulafaur Rasyidin: Diperluas oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan menggunakan batu ukir.
- Masa Umayyah: Untuk pertama kalinya menara dibangun.
- Masa Modern: Arab Saudi melakukan perluasan masif hingga masjid ini mampu menampung lebih dari 1 juta jemaah sekaligus, lengkap dengan teknologi payung elektrik dan sistem pendingin bawah lantai.
Sejarah Masjid Nabawi mengajarkan kita tentang kesetaraan. Di sinilah Rasulullah ﷺ menghapus sekat antara kaum Muhajirin dan Anshar. Masjid ini bukan hanya tempat salat, tapi pusat pemerintahan, pendidikan, dan layanan sosial.
Dari nilai sejarah dan perannya yang begitu besar, Masjid Nabawi tidak hanya menyimpan kisah, tetapi juga menghadirkan berbagai titik penting yang memiliki makna spiritual mendalam bagi setiap jamaah yang datang. Berikut beberapa spot utama di Masjid Nabawi yang wajib diketahui:
Raudhah (Taman Surga)
Raudhah adalah area yang terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah ﷺ. Tempat ini menjadi salah satu lokasi paling istimewa di dalam Masjid Nabawi karena disebut dalam hadis sebagai “taman dari taman surga”. Ciri khasnya adalah hamparan karpet berwarna hijau yang membedakannya dari area lain di masjid.
Banyak jamaah berusaha untuk bisa masuk ke area ini karena diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Suasana di Raudhah sangat berbeda lebih khusyuk, lebih tenang, dan sering kali penuh haru. Namun, karena tingginya minat jamaah, akses ke Raudhah kini diatur dengan sistem antrean dan jadwal tertentu agar tetap tertib dan nyaman.
Kubah Hijau (Green Dome)
Kubah hijau merupakan ikon paling dikenal dari Masjid Nabawi. Kubah ini berada tepat di atas area makam Rasulullah ﷺ, yang juga berdampingan dengan makam dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Awalnya, kubah ini tidak berwarna hijau seperti sekarang. Warna hijau baru digunakan pada masa pemerintahan Ottoman dan menjadi ciri khas hingga saat ini. Bagi banyak jamaah, melihat kubah ini secara langsung menghadirkan rasa haru dan kedekatan emosional dengan Rasulullah ﷺ, meskipun area makam tidak bisa dimasuki secara bebas.
Pelataran dengan Payung Raksasa
Salah satu keajaiban arsitektur modern di Masjid Nabawi adalah payung-payung raksasa yang terdapat di pelatarannya. Payung ini dapat membuka dan menutup secara otomatis, menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Madinah yang terkenal panas.
Fungsinya bukan hanya sebagai pelindung dari terik matahari, tetapi juga menciptakan kenyamanan bagi jamaah yang beribadah di luar area utama masjid. Saat terbuka, payung-payung ini memberikan suasana teduh yang luas dan estetika yang sangat indah, terutama saat dilihat dari kejauhan atau ketika menjelang waktu salat.
Mimbar dan Mihrab Nabi
Mimbar dan mihrab di Masjid Nabawi adalah bagian penting yang menjadi saksi langsung aktivitas dakwah Rasulullah ﷺ. Di sinilah Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah, memberikan nasihat, serta memimpin umat dalam salat berjamaah.
Meskipun bentuknya telah mengalami renovasi dan pembaruan, nilai historisnya tetap terjaga. Area ini mengingatkan kita bahwa Masjid Nabawi sejak awal bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran ilmu dan pembentukan karakter umat Islam.
Area Shuffah (Tempat Para Sahabat Belajar)
Di bagian belakang masjid pada masa awal, terdapat area yang dikenal sebagai Shuffah, tempat tinggal para sahabat miskin yang dikenal sebagai Ahlus Shuffah. Mereka tinggal di masjid, belajar langsung dari Rasulullah ﷺ, dan mengabdikan hidupnya untuk ilmu serta dakwah.
Meskipun secara fisik tidak lagi seperti dahulu, kisah tentang Shuffah menjadi pengingat bahwa Masjid Nabawi adalah pusat pendidikan Islam pertama yang melahirkan generasi sahabat luar biasa.
Masjid Nabawi bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat sejarah, spiritualitas, dan ketenangan jiwa. Setiap sudutnya menyimpan kisah perjuangan dan keagungan Islam.
Sumber :
https://www.saudiarabia.com/en/places/al-masjid-an-nabawi
https://www.islamiclandmarks.com/madina-al-munawwarah/masjid-an-nabawi
https://www.britannica.com/place/Prophets-Mosque
https://glow.bwi.go.id/wakaf-news/
